Jumat, 31 Desember 2010

kenapa harus memakai nama satria wibawa?

Mungkin banyak yang bertanya kenapa saya menggunakan nama satria wibawa?
Bukan masalah agar menjadi keren atau sok berjiwa kesatria tapi lebih kedalam sebuah arti dalam penggunanan nama itu teraendiri.
Satria Wibawa (Satrio Wibowo -red dalam bahasa jawa) adalah mengandung makna agar saya (penulis) mempunyai sifat seperti seperti seorng ksatria yang mampu menerima apapun dan dalam keadaan apapun dengan lapang dada, ikhlas, dan tidak meninggalkan sebuah kewibawaannya meskipun hingga sekarang masih mencoba untuk belajar ikhlas dan berwibawa.

Dengan pengalaman hidup yang minim dan dalam menjalani kehidupan yang keras dan kerap kali mengalami jatuh bangun dalam meniti karir tapi tidak sedikitpun mencoba untuk berlari dalam menghadapi kenyataan. Meski acap kali banyak orang yang tidak menyukai dan tidak mengaharapkan akan kehadiranku dalam kehidupan disekeliling merek tapi aku selalu mencoba untuk tersenyum.
Dengan tersenyum akan meringankan beban hidup dan melupakan sejenak masalah serta dapat membuat suaana yang membenci lama kelamaan akan memudar menjadi suka, entah rasa suka itu karna sebuah keterpaksaan saja atau hanya sebuah topeng untuk menutupi rasa benci itu sendiri.

Tapi semuanya kembalikan kepada Allah, karena hanya Dia Yang Maha Tahu akan segala sesuatu.
Kita hanya hambanya yang tidak punya akan daya.
Biarlah yang membenci tetap terus membenci, tidak semua orang akan membenci kita. Kalau kita tidak menemukan teman yang suka terhadap kita di tempat ini maka kita akan menemukan teman yang benar-benar tulus suka terhadap kita dilain tempat.
Tetap optimis dan selalu berikhtiar bahwasanya akan ada suatu kebahagiaan disana.
Amien..


Kita tidak akan pernah tahu akan isi hati seseorang, dan bagaimana sifat asli dari manusia itu sendiri karena sifat manusia selalu berubah-ubah layaknya angin.
Jika ada yang lebih menguntungkan maka secepat badai pikirannya berubah, tapi jika ada yang membuat dia dalam keadaan yang tak mengenakkan dia, maka dia akan secepat itu pula mencari kambing hitam.
Disini (tulisan ini) saya secara pribadi ingin mengajak khalayak umum pada umumnya dan penulis secara pribadi agar selalu berperilaku selayaknya seorang ksatria yang mau dan mampu menerima kenyataan hidup meski sepahit apapun dan tidak goyah pendiriannya karena iming-iming dari sebuah kenikmatan yang sebenarnya adalah sebuah kehancuran bagi dia sendiri tapi dia tidak mau dan tidak mau tahu untuk menyadari itu sendiri.

Adapun dari ciri seorang yang berjiwa Satria Wibawa adalah orang yang mempunyai sifat seperti air.
Demikianlah sifat-sifat itu:
-Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah
-Air mematikan api dan membersihkan kotoran
-Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan, air meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali mengembun
-Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu
-Bilamana bertemu batu arang, dia akan berbelok untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali
-Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati
-Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati
-Karena dia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan
-Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang namun selalu menang pada akhir perjuangannya

Mohon maaf kepada para pembaca karena tulisan ini haus bersambung dulu...
Tunggu tulisan berikutnya...
Terima kasih sudah membaca...