mengapa harus seperti ini?
lagi, lagi dan lagi..
selalu saja dihina oleh orang lain..
apakah kerana aku ini hanya orang miskin yang gak berpendidikan jadi bisa seenaknya saja menghinaku..
memang latar belakang kita jauh berbeda, seharusnya aku undur diri sejak dulu sebelum kita saling mengenal lebih dekat dan hingga akhirnya kita menjalin hubungan sebagai kekasih..
seharusnya aku pergi dari kehidupanmu yang dari awal aku sudah mempunyai feeling bahwa ortumu dan kakakmu mencari seorang pendamping hidup buatmu kelak yang jauh lebih baik daripada aku ini yang hina lagi tak punya apa-apa.
dan seharusnya kamu meluluskan semua permintaanku padamu agar kamu dan keluargamu bisa bahagia..
Jumat, 01 Juli 2011
Sabtu, 16 April 2011
kekecewaanku
kenapa banyak orang yang menyuruh aku buat kuliah?
buat sekolah lebih tinggi..
sampai mulut kalian berbusa pun aku tak ada niatan untuk sekolah lagi karena aku merasa sudah cukup aku untuk belajar di bangku sekolah yang formal.
aku sudah cukup puas untuk belajar dari alam dan kehidupan di dunia ini.
banyak ilmu yang bisas kita dapat dari alam bukan dari formal.
saya tahu kalo belajar dari alam tidak mendapat sertifikat seperti waktu belajar di sekolah-sekolah formal.
bukan sertifikat atau ijasah yang aku cari, akan tetaapi ilmu yang berguna bagi diriku sendiri dan orang yang ada disekelilingku.
sekarang apa artinya kita sekolah dan setelah lulus dan wisuda kita mendapat gelar dari kampus (D3, S1, S2, S3) kalau ilmu yang pernah kita dapatkan dari sekolah tidak dapat kita gunakan dengan sebaik-baiknya dan menolong orang yang ada di sekeliling kita.
bahkan kita lupa akan diri kita sendiri, mentang-mentang kita sekolah tinggi lantas kita boleh semena-mena terhadap orang lain yang tidak mempunyai pendidikan atau pendidikan dibawah tingkatan kita.
banyak aku temui kalau anak yang masih/pernah kuliah di perguruan tinggi kebanyakan malah menjadikan mereka menjadi sombong.
oke, tidak apa-apa kalau ingin menjadi sombong tapi ingat suatu saat kesombonganmu akan menjadi senjata makan tuan buat diri kalian.
mengapa aku tidak ingin kuliah?
alasannya sederhana sesederhana kita hidup.
bagaimana kita hidup?
dari awal kita membuka mata kita sudah bernafas, menghembuskan nafas, mandi, makan, minum, bersosialisasi, menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan kepercayaan kita masing-masing, belajar, bekerja, memejamkan mata hingga kita membuka mata kembali.
aku tidak ingin kuliah karena:
1. takut sombong
seperti apa yang telah terjabarkan di atas tadi, bagaimana perilaku orang yang bersekoalh tinggi.
2. takut selalu melihat ke atas bukannya kita melihat ke bawah
takut melihat yang serba muluk-muluk dan tidak bisa menerima keadaan yang sebenarnya dengan panutan orang kaya harta sedangkan kita tidak bisa hidup serba pas-pasan.
bukannya bersikap perihatin terhadap orangyang tidak seberuntung kita bahkan kita menghina mereka, itu semua karena dalam pikiran mereka hanyalah mendapatkan uang, entah itu uang halal atau uang haram karena mereka harus mendapatkan ganti rugi atas setiap rupiah yang telah mereka keluarkan untuk biaya kuliah
3. ingin menerima apa adanya yang telah Allah berikan
background pendidikan saya hanyalah STM jadi saya tidak terlalu banyak ambil pusing mau kerja dibagian manapun dan dimanapun asalkan uang yang saya dapatkan adalah halal untuk aku makan dan utnuk berbagi.
bukan jadi bos atau pemimpin yang saya harapkan dalam bekerja.
kalaupun saya diberi amanah untuk menjadi pemimpin bukan menjadikan diriku sebagai pemimpin yang menyuruh anak buah dengan se-enak sendiri akan tetapi lebih menjadikan anak buah sebagai teman dan tidak ada namanya bos dan "kroco-kroco"
4. aku ingin melihat penilaian orang terhadap diriku yang tak pernah kuliah
tidak semua orang menilai seseorang dari hati tapi sering dipandang dari background pendidikan terakhir.
dihina, diolok-olok, dicerca, dicela bahkan tidak dihargai layaknya sampah.
apakah salah kalau orang dengan basic pendidikan dibawah orang kuliahan tidak boleh bersosialisasi, bekerja dalam satu tim, berpacaran bahkan menikahi anak kuliahan.
bahkan ngomong pun seakan-akan tidak pernah didengarkan, mungkin telinga mereka sudah tertutup bahkan tuli jika bukan anak kuliahan yang ngomong kepada mereka.
5. seberapa berperankah aku dengan ilmu yang telah aku pelajari
seberapa berperankah aku dsalam sumbangsih kepada masyarakat sekitarku dengan ilmu yang aku dapat.
aku hanya bisa menggambar maka aku akan berusaha menggambarkan sesuatu yang ada gunanya untuk mereka.
kadang aku bingung, kenapa seolah-olah apa yang aku omongin kepada mereka tidak pernah mendapat tanggapan yang positif dari mereka bahkan mereka seolah-olah acuh dan tiddak mau tahu apa yang aku ucapkan.
bahkan kekasihku yang sekarang masih kuliah juga seakan-akan tidak mau mendengarkan apa ucapanku terhadapnya.
1-2 kali aku mencoba untuk menasihati tidak pernah didengarkan dan tidak digubris sama sekali malah dia ikut ngomong dan membantah semua omanganku kepadanya.
harusnya kau sadar siapa aku dan siapa dia, tidak layak aku ngomong bahkan sampai menasihati dia dengan segala ocehan dan celotehku meski itu semua penting untuknya.
ya sudah tidak apa-apa kalau tidak mau menuruti kata-kataku, biarkan aku diam dan jangan salahkan aku jika aku menjadi seorang yang cuek.
aku kecewa?
iya aku sangat kecewa dan hatiku rasanya sakit dan panas ketika seorang kekasih dinasihati beberapa kali tidak pernah mau mendengarkan kata-kataku.
seharusnya dulu aku tidak menjadikan dia menjadi kekasihku karena dengan sifat antyiku terhadap anak kuliahan.
aku kira dia berbeda dengan anak kuliahan lainnya tapi ternyata dia sama saja.
baru dia yang anak kuliahan menjadi kekasihku.
nasi telah menjadi bubur tak akan mungkin pernah bisa kembali menjadi semula.
hanya pasrah terhadap kisah ini, jika harus terhenti dipersimpangan jalan mau bilang apa.
dan jikalau hrus terus lanjut hingga pelaminan disyukuri saja tapi tetap berprinsip jangan pernah merepotkan dia yang berpendidikan lebih tinggi dari aku.
buat sekolah lebih tinggi..
sampai mulut kalian berbusa pun aku tak ada niatan untuk sekolah lagi karena aku merasa sudah cukup aku untuk belajar di bangku sekolah yang formal.
aku sudah cukup puas untuk belajar dari alam dan kehidupan di dunia ini.
banyak ilmu yang bisas kita dapat dari alam bukan dari formal.
saya tahu kalo belajar dari alam tidak mendapat sertifikat seperti waktu belajar di sekolah-sekolah formal.
bukan sertifikat atau ijasah yang aku cari, akan tetaapi ilmu yang berguna bagi diriku sendiri dan orang yang ada disekelilingku.
sekarang apa artinya kita sekolah dan setelah lulus dan wisuda kita mendapat gelar dari kampus (D3, S1, S2, S3) kalau ilmu yang pernah kita dapatkan dari sekolah tidak dapat kita gunakan dengan sebaik-baiknya dan menolong orang yang ada di sekeliling kita.
bahkan kita lupa akan diri kita sendiri, mentang-mentang kita sekolah tinggi lantas kita boleh semena-mena terhadap orang lain yang tidak mempunyai pendidikan atau pendidikan dibawah tingkatan kita.
banyak aku temui kalau anak yang masih/pernah kuliah di perguruan tinggi kebanyakan malah menjadikan mereka menjadi sombong.
oke, tidak apa-apa kalau ingin menjadi sombong tapi ingat suatu saat kesombonganmu akan menjadi senjata makan tuan buat diri kalian.
mengapa aku tidak ingin kuliah?
alasannya sederhana sesederhana kita hidup.
bagaimana kita hidup?
dari awal kita membuka mata kita sudah bernafas, menghembuskan nafas, mandi, makan, minum, bersosialisasi, menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan kepercayaan kita masing-masing, belajar, bekerja, memejamkan mata hingga kita membuka mata kembali.
aku tidak ingin kuliah karena:
1. takut sombong
seperti apa yang telah terjabarkan di atas tadi, bagaimana perilaku orang yang bersekoalh tinggi.
2. takut selalu melihat ke atas bukannya kita melihat ke bawah
takut melihat yang serba muluk-muluk dan tidak bisa menerima keadaan yang sebenarnya dengan panutan orang kaya harta sedangkan kita tidak bisa hidup serba pas-pasan.
bukannya bersikap perihatin terhadap orangyang tidak seberuntung kita bahkan kita menghina mereka, itu semua karena dalam pikiran mereka hanyalah mendapatkan uang, entah itu uang halal atau uang haram karena mereka harus mendapatkan ganti rugi atas setiap rupiah yang telah mereka keluarkan untuk biaya kuliah
3. ingin menerima apa adanya yang telah Allah berikan
background pendidikan saya hanyalah STM jadi saya tidak terlalu banyak ambil pusing mau kerja dibagian manapun dan dimanapun asalkan uang yang saya dapatkan adalah halal untuk aku makan dan utnuk berbagi.
bukan jadi bos atau pemimpin yang saya harapkan dalam bekerja.
kalaupun saya diberi amanah untuk menjadi pemimpin bukan menjadikan diriku sebagai pemimpin yang menyuruh anak buah dengan se-enak sendiri akan tetapi lebih menjadikan anak buah sebagai teman dan tidak ada namanya bos dan "kroco-kroco"
4. aku ingin melihat penilaian orang terhadap diriku yang tak pernah kuliah
tidak semua orang menilai seseorang dari hati tapi sering dipandang dari background pendidikan terakhir.
dihina, diolok-olok, dicerca, dicela bahkan tidak dihargai layaknya sampah.
apakah salah kalau orang dengan basic pendidikan dibawah orang kuliahan tidak boleh bersosialisasi, bekerja dalam satu tim, berpacaran bahkan menikahi anak kuliahan.
bahkan ngomong pun seakan-akan tidak pernah didengarkan, mungkin telinga mereka sudah tertutup bahkan tuli jika bukan anak kuliahan yang ngomong kepada mereka.
5. seberapa berperankah aku dengan ilmu yang telah aku pelajari
seberapa berperankah aku dsalam sumbangsih kepada masyarakat sekitarku dengan ilmu yang aku dapat.
aku hanya bisa menggambar maka aku akan berusaha menggambarkan sesuatu yang ada gunanya untuk mereka.
kadang aku bingung, kenapa seolah-olah apa yang aku omongin kepada mereka tidak pernah mendapat tanggapan yang positif dari mereka bahkan mereka seolah-olah acuh dan tiddak mau tahu apa yang aku ucapkan.
bahkan kekasihku yang sekarang masih kuliah juga seakan-akan tidak mau mendengarkan apa ucapanku terhadapnya.
1-2 kali aku mencoba untuk menasihati tidak pernah didengarkan dan tidak digubris sama sekali malah dia ikut ngomong dan membantah semua omanganku kepadanya.
harusnya kau sadar siapa aku dan siapa dia, tidak layak aku ngomong bahkan sampai menasihati dia dengan segala ocehan dan celotehku meski itu semua penting untuknya.
ya sudah tidak apa-apa kalau tidak mau menuruti kata-kataku, biarkan aku diam dan jangan salahkan aku jika aku menjadi seorang yang cuek.
aku kecewa?
iya aku sangat kecewa dan hatiku rasanya sakit dan panas ketika seorang kekasih dinasihati beberapa kali tidak pernah mau mendengarkan kata-kataku.
seharusnya dulu aku tidak menjadikan dia menjadi kekasihku karena dengan sifat antyiku terhadap anak kuliahan.
aku kira dia berbeda dengan anak kuliahan lainnya tapi ternyata dia sama saja.
baru dia yang anak kuliahan menjadi kekasihku.
nasi telah menjadi bubur tak akan mungkin pernah bisa kembali menjadi semula.
hanya pasrah terhadap kisah ini, jika harus terhenti dipersimpangan jalan mau bilang apa.
dan jikalau hrus terus lanjut hingga pelaminan disyukuri saja tapi tetap berprinsip jangan pernah merepotkan dia yang berpendidikan lebih tinggi dari aku.
Minggu, 30 Januari 2011
jangan menghindar
Kehidupan ini sebenarnya mudah untuk dijalani hanya saja kita sebagai manusia sering mendramatisir setiap masalah yang mereka hadapi.
Kita sering melarikan diri dari masalah, dari rutinitas yang membosankan dan dari setiap kegagalan yang selalu mendera kehidupan ini.
Jika kita mau merenung untuk sejenak dan berpikir ke belakang sebentar apa yang menjadikan kita lemah hingga kita mencoba untuk berlari dari kenyataan ini.
Pejamkan mata anda..
"apa yang anda lihat?
apakah banyak titik cahaya yang berlarian kesana kemari?
jangan coba hentikan dengan paksa cahaya-cahaya itu karena sebenarnya cahaya-cahaya itu adalah semua kegelisahan yang sedang anda alami karena banyaknya masalah-maslah anda saat ini.
bagaimana cara anda agar bisa menghentikan laju cahaya tersebut?
apakah anda pernah melempar batu kecil di kolam air yang tenang atau memasukkan kaki anda di dalam kolam dan menggerakkan kaki anda secara perlahan?
apa yang terjadi pada air tersebut?
masih diam atau bergerak membentuk gelombang dan ombak yang perlahan melebar k tepian kolam?
jika anda bisa menghentikan gelombang tersebut maka anda juga bisa menghentikan cahaya-cahaya yang ada di dalam pejaman mata anda.
JANGAN!!!
jangan anda bendung gelombang tersebut dengan tangan anda karena jika tangan anda masuk kedalam air akan membentuk gelombang baru dan gelombang yang lama akan melewati tangan anda.
BENAR..
biarkan gelombang itu berhenti sendiri..
begitu pula cara menghentikan cahaya yang ada saat anda memejamkan mata..
rilexkan badan dan pikiran.
jangan coba untuk melawan cahaya tersebut.
biarkan cahaya itu melemah dan jatuh sendiri.
setelah anda berhasil menghentikan cahaya itu, buka mata anda perlahan.
bagaimana perasaan anda?"
Hadapi masalah anda satu per satu, jangan mencoba berlari dari kenyataan karena semakin sering berlari maka semakin banyak dan berat masalah yang harus kita selesaikan.
Mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan pola pikir yang dewasa.
Semakin banyak kita menghadapi masalah dan kita bisa menyelsaikannya, kita akan terbiasa dengan setiap masalah yang akan datang menghampiri kita.
Dan akan selalu mendewasakan kita dalam setiap kita akan melangkah.
Good luck and happy every day..
Kita sering melarikan diri dari masalah, dari rutinitas yang membosankan dan dari setiap kegagalan yang selalu mendera kehidupan ini.
Jika kita mau merenung untuk sejenak dan berpikir ke belakang sebentar apa yang menjadikan kita lemah hingga kita mencoba untuk berlari dari kenyataan ini.
Pejamkan mata anda..
"apa yang anda lihat?
apakah banyak titik cahaya yang berlarian kesana kemari?
jangan coba hentikan dengan paksa cahaya-cahaya itu karena sebenarnya cahaya-cahaya itu adalah semua kegelisahan yang sedang anda alami karena banyaknya masalah-maslah anda saat ini.
bagaimana cara anda agar bisa menghentikan laju cahaya tersebut?
apakah anda pernah melempar batu kecil di kolam air yang tenang atau memasukkan kaki anda di dalam kolam dan menggerakkan kaki anda secara perlahan?
apa yang terjadi pada air tersebut?
masih diam atau bergerak membentuk gelombang dan ombak yang perlahan melebar k tepian kolam?
jika anda bisa menghentikan gelombang tersebut maka anda juga bisa menghentikan cahaya-cahaya yang ada di dalam pejaman mata anda.
JANGAN!!!
jangan anda bendung gelombang tersebut dengan tangan anda karena jika tangan anda masuk kedalam air akan membentuk gelombang baru dan gelombang yang lama akan melewati tangan anda.
BENAR..
biarkan gelombang itu berhenti sendiri..
begitu pula cara menghentikan cahaya yang ada saat anda memejamkan mata..
rilexkan badan dan pikiran.
jangan coba untuk melawan cahaya tersebut.
biarkan cahaya itu melemah dan jatuh sendiri.
setelah anda berhasil menghentikan cahaya itu, buka mata anda perlahan.
bagaimana perasaan anda?"
Hadapi masalah anda satu per satu, jangan mencoba berlari dari kenyataan karena semakin sering berlari maka semakin banyak dan berat masalah yang harus kita selesaikan.
Mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan pola pikir yang dewasa.
Semakin banyak kita menghadapi masalah dan kita bisa menyelsaikannya, kita akan terbiasa dengan setiap masalah yang akan datang menghampiri kita.
Dan akan selalu mendewasakan kita dalam setiap kita akan melangkah.
Good luck and happy every day..
Rabu, 12 Januari 2011
Sang Waktu yang Bijaksana (part two or end)
Masih tentang waktu..
Seiring jarum jam berlalu maka bertambah pula usia kita. Kita tak menyadari begitu berharganya waktu yang terbuang sia-sia. Terkadang waktu kita terbuang hanya untuk sebuah lamunan yang tidak bermutu dan hanya untuk penyesalan-penyesalan yang telah kita perbuat di masa lalu.
Baiklah, disini saya tidak akan membahas tentang sebuah penyesalan yang telah terjadi. Yang saya harapkan dari penulis (saya) secara pribadi pada khususnya dan para pembaca pada umumnya, saya hanya bisa berpesan agar semua yang telah kita perbuatan janganlah kita menyesalinya karena tidak ada gunanya kita larut dalam penyesalan, lagian kita melakukan perbuatan di masa lalu itu dengan penuh kesadaran toch?
Ya sudah, yang berlalu biarlah berlalu. Kata pepatah kuno, WAKTU ADALAH PEDANG “ Menyelami kehidupan pastilah menyelami waktu, karena hidup ini akan selalu berhadapan dengan yang namanya waktu. Tak bisa diungkiri mungkin ini adalah salah satu nikmat terbesar untuk mahluk hidup, yaitu waktu. Tetapi banyak yang tidak sadar bahwa waktu merupakan sebuah anugrah juga yang patut disukuri.
Tetapi seringkali waktu inilah yang kita lupakan, seringkali kita tidak benar dalam besyukur dan menghilangkan si waktu dari setiap tingkah kesyukuran kita. Sesungguhnya telah kita ketahui bersama bahwa waktu tak akan berulang, hari ini tanggal segini dan tahun ini tidak akan berulang. Tanggal 28 January 2010 hanya ada satu kali dalam kehidupan kita bahkan dalam sejarah panjang manusia. Ia tidak akan berulang untuk kedua kalinnya. Sehingga, sadarkah kita bahwa sesungguhnya waktulah yang tidak memberikan kita kesempatan ke-dua untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan. Jika kita berbuat salah pada satu waktu, maka waktu akan mencatat itu sebagai sebuah kesalahan pada detik, menit, jam dan tanggal kesalahan itu dibuat.
Waktu tidak seperti pensil yang dengan mudahnya kita bisa menghapusnya.
Waktu ternyata tidak memberikan kita kesempatan kedua
Maka sahabat, maksimal dan teruslah berusaha dengan sebaik mungkin kapanpun dan biarkan waktu mencatat setiap perjalan panjang kita dengan baik.. Biarkan waktu mengetahui bahwa kita adalah pekerja keras bukan seorang pemalas, biarkan waktu mengetahui bahwa kita seorang yang hebat bukan seorang pecundang yang tak berarti. Biarkan waktu mengtahui setiap kesuksesan yang kita raih dari kerja keras kita, bukan kegagalan tanpa arti dan tanpa kebangkitan.
Waktu tidak seperti pensil yang dengan mudahnya kita bisa menghapusnya.
Waktu ternyata tidak memberikan kita kesempatan kedua
Maka sahabat, maksimal dan teruslah berusaha dengan sebaik mungkin kapanpun dan biarkan waktu mencatat setiap perjalan panjang kita dengan baik.. Biarkan waktu mengetahui bahwa kita adalah pekerja keras bukan seorang pemalas, biarkan waktu mengetahui bahwa kita seorang yang hebat bukan seorang pecundang yang tak berarti. Biarkan waktu mengtahui setiap kesuksesan yang kita raih dari kerja keras kita, bukan kegagalan tanpa arti dan tanpa kebangkitan.
Seiring waktu yang trus berlalu, maka berlalu pula masa kekanak-kanakan kita dan sang waktu yang akan membimbing kita untk menjadikan kita dewasa, mematangkan pikiran kita agar tak mudah goyah dalam berpendirian.
Sang waktu yang begitu bijaksana dan dengan penuh sabar yang tidak pernah lelah mengajarkan makna akan arti sebuah kehidupan yang hakiki, hanya saja kita tak pernah mau mengerti dan tidak mau mencari arti kehidupan ini.
Yang ada hanya saling menyalahkan, ada yang menyalahkan umur yang belum cukup untuk menghadapi sebuah masalah, ada yang mencari alasan karena lingkungan dan banyak lagi alasan-alasan dari orang-orang yang pesimis.
Sekarang saatnya kita bangkit untuk maju dan berusaha agar tercipta sebuah masa depan yang lebih baik dan untuk mematangkan pikiran serta mendewasakan kita meski usia masih muda.
Sebuah renungan tentang waktu..
Patrikan dalam hati bahwa waktu tidak memberikan kesempatan kedua. Maksimalah hari ini, besok dan lusa.
Setiap manusia mempunyai kekurangan tetapi kekurangan itu akan tertutupi oleh semangat,munculkan motivasi diri kita dan bersemangatlah..
Patrikan dalam hati bahwa waktu tidak memberikan kesempatan kedua. Maksimalah hari ini, besok dan lusa.
Setiap manusia mempunyai kekurangan tetapi kekurangan itu akan tertutupi oleh semangat,munculkan motivasi diri kita dan bersemangatlah..
Senin, 03 Januari 2011
SANG WAKTU part one
Sebuah renungan…
Dari sebuah buku elektronik yang berisi tentang motivator yang membuat saya begitu pentingnya makna sebuah sang waktu, disana saya menemukan arti tentang Sang Waktu…
Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas
Untuk memahami makna SATU BUAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian
Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menungu kekasihnya
Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna SATU MILIDETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade
Lama dan sebentar, itu adalah pengertian tentang waktu, namun sadarkah kita bahwa waktu terus berlalu?
Kehidupan berjalan terus beriringan dengan Sang Waktu.
Sudahkah kita menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat?
Dari sebuah buku elektronik yang berisi tentang motivator yang membuat saya begitu pentingnya makna sebuah sang waktu, disana saya menemukan arti tentang Sang Waktu…
Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas
Untuk memahami makna SATU BUAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian
Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menungu kekasihnya
Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna SATU MILIDETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade
Lama dan sebentar, itu adalah pengertian tentang waktu, namun sadarkah kita bahwa waktu terus berlalu?
Setiap orang mempunyai waktu yang sama , tapi tidak semua orang mampu menggunakannya secara efektif.
Waktu tidak sama dengan energi, maka waktu tidak akan pernah bisa kembali ataupun diciptakan lagi. Jika waktu sudah berlalu , maka ia akan tetap hilang. Oleh sebab itulah waktu merupakan komoditi yang paling berharga di dunia ini, dan sangat bersifat ”keras dan tegas” bahkan cenderung ”kejam” yang digunakan di dalam dunia bisnis khususnya dan kehidupan pada umumnya. Akan tetapi sunguh sangat aneh bisa kita lihat, bahwa yang bernama WAKTU ini oleh karena sesuatu sebab, ia sering kali diperlakukan seperti ”sampah tak berguna” saja! Kebanyakan orang sering kali sangat meremehkan sang waktu ini. Sebagian dari kita bahkan tidak memikirkan bagaimana waktu yang ada inibisa dikelola dengan baik dan optimal.
Waktu semestinya diinvestasikan bukan dibuang-buang. Dan sebagaimana halnya factor-faktor penting lainnya dalam bisnis, maka investasi waktu dapat dibuat lebih efisien dan efektif setiap harinya dengan hal-hal kecil, sebab waktu adalah investasi dari menit ke menit, jam ke jam, dan hari ke hari.
Ingatlah waktu sedetik yang telah berlalu sudah dapat dikatakan sebagai masa lalu dan sedetik itu taidak akan mungkin dapat kita ulang kembali...Waktu semestinya diinvestasikan bukan dibuang-buang. Dan sebagaimana halnya factor-faktor penting lainnya dalam bisnis, maka investasi waktu dapat dibuat lebih efisien dan efektif setiap harinya dengan hal-hal kecil, sebab waktu adalah investasi dari menit ke menit, jam ke jam, dan hari ke hari.
Kehidupan berjalan terus beriringan dengan Sang Waktu.
Sudahkah kita menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat?
Langganan:
Postingan (Atom)


