Minggu, 16 September 2012

WHY ALWAYS ME??

Itulah statement yang pernah aku buat waktu dulu. Seolah-olah kata itu seperti adanya kutukan terhadapku selama ini. Dan aku merasa banyak yang tidak suka terhadapku tapi biarkan saja saya seperti ini, mengalir apa adanya layaknya air. Jika ada yang benci tak perlu dibalas dengan kebencian dan jika ada yang suka ya biarkan saja karena itu semua adalah hak mereka.

SANG WAKTU
Biarkanlah sang waktu yang menjawab dengan arif dan bijak. Takperlu memaksakan kehendak dan tak perlu berkecil hati.
Sang waktu tak akan berhenti untuk membimbing kita untuk berfikir positif, realistis dan berfikir maju kedepan.
Sang waktu mengajariku banyak hal.
Dari ketiadaan hingga menjadi ada serta menegurku dari apa yang pernah aku miliki menjadi tiada tapi sang waktu yang bijak tak pernah mengajariku akan rasa kecewa.
Dia yang arif dan bijaksana menuntunku hingga tangga emas pencapaian karir.
Banyak yang bisa dicapai dengan "apa" kamu mencapainya tapi dengan "bagaimana" kamu bisa mencapainya.
Bukan dengan apa kamu seorang sarjana?
Apa kamu orang kaya?
Apa kamu orang terkenal?
Apa kamu keturunan konglomerat?
Tapi BAGAIMANA caranya kamu mendapatkan sesuatu hal?
BAGAIMANA kakimu melangkah menuju kesuksesan?
BAGAIMANA cara tanganmu mencengkeram kesuksesan itu?
BAGAIMANA hatimu berbisik untuk selalu rendah hati?
BAGAIMANA otakmu berfikir 1000x lebih maju kedepan?
dan BAGAIMANA pondasimu yang menopang tubuhmu saat diterpa angin kencang?

Sebuah perencanaan yang matang sangatlah penting. Dari perencanaan pondasi tidak akan menggoyahkan prinsip kehdupan kita.
Maksud dari pondasi adalah prinsip kita dalam menjalani kehidupan, kerendahan hati, keikhlasa, tawakal serta pendirian kita terhadap pola pikir yang dewasa.
Dari pondasi yang kuat itu akan tercipta sebuah rumusan dan rancangan-rancangan kemana arah tujuan hidup yang ingin dicapai (dalam hal ini adalah perncanaan yang matang).
Tujuannya dalah menghilangkan rasa kecewa dan menciptakan sebuah pencapaian kepuasan anti klimaks.

Pada dasarnya begini....
Jika saat ini kita hanya bisa menjadi rumput kenapa kita berkecil hati, bersusah hati dan kecewa, janganlah bersedih, kita harus bangga dan kuat untuk menjadi sebuah ilalang.
Dan jangan merasa cepat puas setelah menjadi ilalang karena jika yang lain bisa menjadi bambu kenapa kita hanya sebatas menjadi ilalang.
Setelah menjadi bambu teruslah berjuang agar menjadi pohon yang lebih besar, lebat, kuat, rindang dan tangguh terhadap hembusan angin dan jangan pernah lupakan akan ilmu padi serta harus tetap berguna bagi yang lain.

Dalam pencapaian kesuksesan bukan dengan mengguanakan gelar pendidikan kita tapi dengan menggunakan bagaimana pola pikir kita.
Gelar bukanlah segalanya dalam kehidupan ini akan tetapi otak dan hati adalah awal dari segalanya.
Hati dan otak jika dijadikan satu akan menjadikan telapak kaki menjadi kuat untuk menapaki kesuksesan dan cengkeraman tangan menjadi tangguh karena apa yang dicengkeram tidak akan mudah hilang dari genggaman.

Tidak ada komentar: