Rabu, 12 Januari 2011

Sang Waktu yang Bijaksana (part two or end)


Masih tentang waktu..
Seiring jarum jam berlalu maka bertambah pula usia kita. Kita tak menyadari begitu berharganya waktu yang terbuang sia-sia. Terkadang waktu kita terbuang hanya untuk sebuah lamunan yang tidak bermutu dan hanya untuk penyesalan-penyesalan yang telah kita perbuat di masa lalu.
Baiklah, disini saya tidak akan membahas tentang sebuah penyesalan yang telah terjadi. Yang saya harapkan dari penulis (saya) secara pribadi pada khususnya dan para pembaca pada umumnya, saya hanya bisa berpesan agar semua yang telah kita perbuatan janganlah kita menyesalinya karena tidak ada gunanya kita larut dalam penyesalan, lagian kita melakukan perbuatan di masa lalu itu dengan penuh kesadaran toch?
Ya sudah, yang berlalu biarlah berlalu. Kata pepatah kuno, WAKTU ADALAH PEDANG “ Menyelami kehidupan pastilah menyelami waktu, karena hidup ini akan selalu berhadapan dengan yang namanya waktu. Tak bisa diungkiri mungkin ini adalah salah satu nikmat terbesar untuk mahluk hidup, yaitu waktu. Tetapi banyak yang tidak sadar bahwa waktu merupakan sebuah anugrah juga yang patut disukuri.
Tetapi seringkali waktu inilah yang kita lupakan, seringkali kita tidak benar dalam besyukur dan menghilangkan si waktu dari setiap tingkah kesyukuran kita. Sesungguhnya telah kita ketahui bersama bahwa waktu tak akan berulang, hari ini tanggal segini dan tahun ini tidak akan berulang. Tanggal 28 January 2010 hanya ada satu kali dalam kehidupan kita bahkan dalam sejarah panjang manusia. Ia tidak akan berulang untuk kedua kalinnya. Sehingga, sadarkah kita bahwa sesungguhnya waktulah yang tidak memberikan kita kesempatan ke-dua untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan. Jika kita berbuat salah pada satu waktu, maka waktu akan mencatat itu sebagai sebuah kesalahan pada detik, menit, jam dan tanggal kesalahan itu dibuat.

Waktu tidak seperti pensil yang dengan mudahnya kita bisa menghapusnya.

Waktu ternyata tidak memberikan kita kesempatan kedua

Maka sahabat, maksimal dan teruslah berusaha dengan sebaik mungkin kapanpun dan biarkan waktu mencatat setiap perjalan panjang kita dengan baik.. Biarkan waktu mengetahui bahwa kita adalah pekerja keras bukan seorang pemalas, biarkan waktu mengetahui bahwa kita seorang yang hebat bukan seorang pecundang yang tak berarti. Biarkan waktu mengtahui setiap kesuksesan yang kita raih dari kerja keras kita, bukan kegagalan tanpa arti dan tanpa kebangkitan.
Seiring waktu yang trus berlalu, maka berlalu pula masa kekanak-kanakan kita dan sang waktu yang akan membimbing kita untk menjadikan kita dewasa, mematangkan pikiran kita agar tak mudah goyah dalam berpendirian.
Sang waktu yang begitu bijaksana dan dengan penuh sabar yang tidak pernah lelah mengajarkan makna akan arti sebuah kehidupan yang hakiki, hanya saja kita tak pernah mau mengerti dan tidak mau mencari arti kehidupan ini.
Yang ada hanya saling menyalahkan, ada yang menyalahkan umur yang belum cukup untuk menghadapi sebuah masalah, ada yang mencari alasan karena lingkungan dan banyak lagi alasan-alasan dari orang-orang yang pesimis.
Sekarang saatnya kita bangkit untuk maju dan berusaha agar tercipta sebuah masa depan yang lebih baik dan untuk mematangkan pikiran serta mendewasakan kita meski usia masih muda.












Sebuah renungan tentang waktu..

Patrikan dalam hati bahwa waktu tidak memberikan kesempatan kedua. Maksimalah hari ini, besok dan lusa.

Setiap manusia mempunyai kekurangan tetapi kekurangan itu akan tertutupi oleh semangat,munculkan motivasi diri kita dan bersemangatlah..

Tidak ada komentar: